Minggu, 24 Januari 2010
Keluargaku
Keluargaku adalah keluarga besar dengan delapan anak, 4 laki-laki dan 4 perempuan kedua orangtuaku adalah pegawai negeri.
Almarhum Bapakku Bp. Soehoed adalah pensiunan PT Telekomunkasi Indonesia yg berdinas di sekitaran wilayah Blitar Kesamben-Wlingi- dan Blitar (sampai dengan pensiun)
Ibuku adalah seorang guru SD yang beberapa kali pindah mengajar Pakisaji-Tangkil-Beru terakhir mengajar di SDN Beru 3 kecamatan Wlingi sampai beliau pensiun.
Aku adalah anak ketiga dari delapan bersaudara, massa kecilku hidup berpindah pindah karena sering mengikuti Pakpuh Soeharsono (kakak ibuku), tidak tahu kenapa ya aku sering ikut beliau dalam usia sekecil itu (mungkin terlalu banyak saingan untuk mendapatkan perhatian dari orang tuaku sehingga aku memilih lebih banyak ikut Pakpuh)
Petualangan pindah tempat kumulai tahun 1975 mengikuti di Pare Kediri, dilanjut tahun 1977 sampai 1979 di Gondang Wetan Pasuruan, tahun 1980 baru menetap ikut orang tuaku di Wlingi Blitar sampai lulus SMA.
Pengalaman berpindah-pindah tempat ini ternyata sangat berguna pada saat saya sekolah maupun bekerja, untuk sebagian orang berpindah lokasi tempat kerja merupakan sebuah bencana tetapi menurut saya sudah biasa bahkan bila terlalu lama menetap disuatu kota ada rasa bosan dan penasaran untuk pindah ketempat yang baru (mungkin sudah kebal dan mati rasa). setelah menamatkan sekolah di SMAN 1 Wlingi yg sekarang sudah berubah nama SMAN 1 Talun, saya melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya Malang di jurusan Fisika MIPA masuk tahun 1987, hanya setahun saya di Malang ternyata jurusan yg saya ambil kurang cocok kemudian saya masuk ke ITS jurusan teknik elektro bidang studi Telekomunikasi masuk tahun 1988 dan lulus tahun 1993 dengan index prestasi 2 koma alhamdulillah.
Selepas kuliah saya sangat tertarik untuk bergabung di IPTN pada saat itu BJ Habibi merupakan seorang tokoh panutan dan idola orang orang yg belajar ilmu pasti sebagai magnet penariknya yang juga merupakan tokoh sentral IPTN dan BPIS (bagaimana ya kabarnya BPIS program yg sangat visioner sayang mayoritas bangsaku masih belum nyampe pikiran dan cita-citanya sehingga banyak sekali halangannya).
Selama di IPTN beruntung sekali saya ditempatkan pada FTC (Fligh Test Centre)sebagai ground test engineer N250 spesialisasiku di avionic EFIS (Elictronic Fligh Instrument System), pekerjaanku sehari-hari menyiapkan dokument pengetesan dan instalasi simulasi Avionic pesawat terbang beruntung sekali saya ditempatkan dibagian ini karena selain teori saya juga langsung bisa bersentuhan dengan pesawat terbang, pengalaman lucu pada saat itu yg tidak bisa saya lupakan hingga kini adalah saking kepinginnya naik pesawat terbang (selema hidup belum pernah)saya nekad ikut pesawat test, tetapi ketahuan oleh bossku yg kebetulan juga seniorku di kampus shg aku dimarahi karena ternyata tidak sembarangan ikut pesawat test selain resikonya sangat besar sehingga harus ikut asuransi khusus hasilnya akhirnya aku hanya bisa melongo di landasan melihat kapten erwin (pilot test terbaik yg dimiliki Indonesia) terbang dengan soko galep ceko meliuk liuk diatas kota Bandung (kapten Erwin meninggal dalam tugas test pesawat).
Setahun kemudian Juni 1995 saya terpaksa harus meninggalkan pekerjaan yg saya sukai ini dan kembali ke Surabaya di PT SATELINDO karena bapak berpulang, ditempat kerja baruku ini aku ditempatkan pada network operation mantenance sampai tahun 1998, karena kondisi perekonomian Indonesia yg sedang dilanda krisis maka saya terpaksa ditempatkan di wilayah Jember (dibuang maksudnya), syukur alhamdullilah dilokasi yang baru ini saya mendapatkan pengalaman yg sangat banyak baik dalam hal pekerjaan maupun berhubungan sosial dengan orang lain karena selain teknikal saya juga harus menjual dan melayani pelanggan, tahun 1998 ini juga saya menikah dengan gadis Surabaya anak Sipil ITS juga gara gara ketemu tidak sengaja akhirnya jadian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar